Featured Posts

Most selected posts are waiting for you. Check this out

Ajaklah anak-anak berjuang bersama, jangan menunggu mapan baru menikah.

Ajaklah anak-anak berjuang bersama, jangan menunggu mapan baru menikah.

Menulis adalah hal yang sangat mudah bagi yang sudah terbiasa, namun bagi saya ini adalah tantangan. Jika tak dipaksa, maka tak akan jadi tulisan dipostingan ini dan sebelum-sebelumnya pada blog yang sama. Namun saya sadar, setidaknya saya punya beberapa cerita untuk didengan dan dibaca oleh anak-anak nanti; ataupun mengenang masa-masa muda saat saya tua nanti.

Astrea Legenda bersama Ontel milik Bang Orit
Seperti yang sudah saya terangkan pada judul diatas. Bahwasanya benar manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan oleh Allah, demi untuk melanjutkan kehidupan dan melanjutkan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Islam akan terus berjalan selama kita terus mengajarkan pada anak-anak dan selanjutnya demikian seterusnya.

Adakalanya kita harus sadar, saya juga tidak pernah tahu konsep kemapana manusia dilihat darimana. Namun yang jelas, mapan dalam hal ini yang banyak dipahami oleh masyarakat adalah mapan harta didunia, apa yang dibutuhkan dan diinginkan terpenuhi. Dari segi ini, dapat saya terangkan titik ukur kemapanan itu juga berbeda-beda. Bisa saja saya dengan Anda sama untuk hari ini, namun hari kemudia siapapun tidak akan pernah tahu.

Jangan menikah sebelum mapan. Sebenarnya saya kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Seringkali banyak faktor yang memengaruhi, diantaranya: karena masih belum mendapat pekerjaan, masih belum punya rumah, masih belum dapat ijin sama orang tua dan makin banyak hal lain yang dengan alasan dan jawaban yang berbeda.

Menikah adalah tanggungjawab, menikah adalah pengorbanan. Tanggungjawab untuk menjadi ayah dan tanggungjawab untuk menjadi istri. Oleh karena itu, saya wajar-wajar saja jika ada beberapa yang masih dengan alasannya menyatakan bahwa mereka belum siap. Namun jika alasan belum siapnya karena masih belum mapan, bagi saya itu adalah yang perlu dibenahi konsep pemikiran yang demikian.

Status saya yang belum menikah, memang jelas untuk ditanya menjadi ayah yang baik bagaimana dan seperti apa, tentu saya tak bisa menjawab. Mungkin jawabannya ditunda dulu setelah menikah. Jadi konsep saya tentang judul diatas adalah, bahwasanya menikah tak harus menunggu kaya harta. Mapan kan masih bisa diperjuangkan? Apalagi dalam rangka menuju kemapanan tersebut bisa sama-sama berjuang dengan istri dan anak, insyaAllah hasilnya akan barokah. InsyaAllah rejeki akan lancar jika sama-sama berjuang dijalan Allah dan tentu dalam niat yang baik pula.  

Saya tidak Goblok, namun saya kalah cepat belajarnya dengan Anda

Saya tidak Goblok, namun saya kalah cepat belajarnya dengan Anda

Sungguh Allah yang maha mengetahui, apa yang ada dilangit dan apa yang ada dimuka bumi. Apa yang ada didalam pikiran manusia dan apa yang ada didalam hati manusia. Allah menciptakan langit, tanah, air, udara dengan segala maksud yang fenomena tujuan masing-masing.

Sungguh Allah yang maha mengetahui, apa yang ada dilangit dan apa yang ada dimuka bumi. Apa yang ada didalam pikiran manusia dan apa yang ada didalam hati manusia. Allah menciptakan langit, tanah, air, udara dengan segala maksud yang fenomena tujuan masing-masing.

Seperti kertas yang membutuhkan lem untuk merekatkan kertas lainnya, seperti sandal kanan yang membutuhkan pasangannya dan seperti lelaki yang membutuhkan perempuan untuk mengisi dan mengindahkan hatinya.

Namun demikian, manusia harus sadar. Seberapa yang diciptakan oleh Tuhan adalah sebaik-baik ciptaan dari segala cipta manusia. Meski kita tahu, sudah ada teknologi robot yang bisa melayani pelanggan restoran, hal ini masih kalah dengan teknologi yang diberikan oleh Allah. Jika saya bisa menggambarkan, ciptaan yang diberikan oleh Allah adalah seperti air laut dan ciptaan manusia adalah pasirnya.

Manusia diberi akal dengan segala keterbatasnnya, dengan segala tindakan yang menimbulkan resikonya. Menciptakan bola lampu pijar untuk dapat menyala saja masih membutuhkan berbagai percobaan yang tidak dengan waktu sedikit. Mengapa manusia masih bersifat langit?

Ini adalah tulisan sebagai bekal untuk diri saya bermuhasabah. Syukur juga jika Anda mampir di blog ini untuk sejenak membaca, semoga juga bisa menjadi ajang berbenah diri. Sesuai dengan judul diatas, saya bukan seorang yang goblok, namun belajarnya yang sedikit terlambat daripada orang lain. Siapapun yang belajar lebih dulu saya yakin dialah yang lebih mendahului memahami. Namun jika memang belajarnya adalah dalam waktu yang sama dan hasilnya yang berbeda, hal itu adalah dari manusianya sendiri.

Saya misalkan seperti ini:
Seorang yang belajar memanah diawal waktu yang sama, katakanlah sama-sama diawal bulan.  Sebuat saja Anwar yang tiap sore usai dia sholat asyar selalu melakukan latihan memanah di belakang rumahnya. Sedangkan Ansori hanya melakukan latihan seminggu sekali. Di kesempatan yang sama, ia dipertemukan lagi dilatihan yang mengharuskan bersama di suatu tempat.

Sebulan berlalu, mereka bertemu lagi di awal bulan. Sang pelatih mencoba untuk melihat kemampuan anak didiknya. Sama-sama belajar dalam waktu yang sama, yaitu sebulan lalu mereka mendaftar. Pelatih heran, kemampuan Anwar dalam membidik anak panah cukup baik dan tidak banyak yang melesat dari sasaran. Namun berbeda dengan Ansori yang dalam sebulan hanya berlatih 4 kali, beberapa anak panahnya jauh melesat dari sasaran.

Sang pelatih heran dan bertanya kepada kedua muridnya. Mereka pun menjelaskan. Akhirnya pelatih pun tahu dan memahami mengapa ada perbedaan antara kedua muridnya. Anwar yang tidak ikut dengan kegiatan apapun selain sebagai takmir masjid lebih cepat belajarnya daripada Ansori yang tiap hari sibuk dengan pekerjaan dipasar sehingga waktu belajarnya hanya bisa seminggu sekali.

Jadi bisa dapat disimpulkan kan? Ansori bukan seorang yang Goblok, hanya saja ia perlu konsultasi kepada gurunya untuk mengatur waktu lebih baik sehingga tepat sasaran anak panahnya.
*Anwar dan Ansori hanya nama samaran.

Mengabdi untuk negeri! Jangan pernah tanyakan untuk apa kami berbuat

Mengabdi untuk negeri! Jangan pernah tanyakan untuk apa kami berbuat

Kuliah Kerja Nyata yang biasa akrab disebut KKN oleh mahasiswa adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing mahasiswa yang sedang menempuh atau sudah memenuhi 110 SKS di kampus Universitas Jember. Tentu hal ini bukan menjadi patokan untuk Perguruan Tinggi lainnya, bisa saja dikampus lain lebih sedikit atau lebih banyak SKS tempuhnya.

Kuliah Kerja Nyata Universitas Jemer 2017


Dalam melaksanakan tanggungjawab yang diberikan pada saya dan ke-9 teman satu kelompok, kami ditempatkan di Desa Kladi, sekitar 34 km dari Bondowoso Kota. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi saya satu kelompok. Dari sepuluh mahasiswa yang terjun, hanya seorang yang asli Sumenep, sisanya menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Nasional setiap harinya. Di Bondowoso, bahasa daerah yang digunakan didominasi dengan bahasa Jawa, yang bisa dikatakan "nik sekunik" (hanya sedikit) saya memahaminya.

Saya merasakan selama 2 Minggu di Desa ini, sudah mulai mendapat hasilnya. Nilai-nilai yang diajarkan di Pramuka dan dikeluarga ternyata benar-benar bermanfaat bagi saya ketika menghadapi masyarakat. Rasa grogi, rasa malu, dan rasa panik menghadapi masyarakat sedikit lebih bisa saya hadapi daripada mahasiswa lainnya. Kehidupan di keluarga yang saya dapatkan dirumah, bisa saya terapkan di Desa dan saya merasakan hasilnya.

Kemandirian yang diajarkan Bapak sejak kecil, keuletan yang diajarkan Ibu dan semuanya bisa saya terapkan disini. Mulai dari hal kecil memindah kerikil di jalan, menyapa orang ketika kita lewat rumahnya dan peka terhadap kondisi masyarakat sekitar ternyata lebih unggul daripada teman-teman mahasiswa lainnya. Bukan maksudu untuk menyombongkan diri, tapi memang benar adanya demikian.

Disela-sela waktu senggang, saya mencoba untuk lebih dekat dengan masyarakat. Rasa keingintahuan cukup tinggi untuk memahami karakteristik masyaarakat disini. Tentu, kehidupan di Jember, di Lumajang; sangat berbeda dengan di Kladi, memang benar masing-masing daerah mempunyai kebiasaan sendiri dan kita harus pandai dalam menyikapinya.

Saya mulai memahami dan pertanyaan saya terjawab sudah, "mengapa harus ada Kuliah Kerja di masing-masing Perguruan Tinggi". Jawabannya sudah jelas didepan mata. Mereka yang sudah terbiasa dihadapan orang banyak akan lebih bijak dalam menyikapinya, sedangkan mereka yang masing belum terbiasa akan belajar lagi mulai dasar. Sedangkan saya, bersyukur sekali Pramuka telah memberikan hal itu lebih dulu.



KKN, kuliah berdosen Kepala Desa bermata kuliah pengalaman

KKN, kuliah berdosen Kepala Desa bermata kuliah pengalaman

Rektor Unej, Moch. Hasan; resmi terjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata pada tanggal 11 Januari lalu. Sebanyak 1422 mahasiswa siap membangun Desa tersebar di beberapa wilayah meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo. Upacara penerjunan dilaksanakan di halaman utara Gedung Soetardjo Unej ditutup dengan pelepasan oleh Rektor.

Bersama Perangkat Desa belajar desain grafis dan web Desa
Sebanyak 4 bus siap mengantarkan barang (perlengkapan) mahasiswa ke wilayah cakupan KKN Unej. Termasuk saya yang sebagai peserta KKN; dengan diterjunkannya mahasiswa ke Desa, merupakan cara terbaik untuk mengenal dan terjun langsung di lapangan. Bagi saya, inilah adalah kesempatan emas untuk mengembangkan bakat yang sudah lama  terpendam.

Apapun kegiatannya yang berhubungan dengan masyarakat saya suka. Maklum, lahir dan dibesarkan di Desa tentu menjadi kerundian bagi saya yang hampir 3 tahun tinggal di Kota Jember.
Mahasiswa yang diterjunkan dan tersebar dibeberapa Kabupaten tersebut memilik rencana kegiatan yang berbeda-berbeda. Sementara, Unej memberikan tanggungjawab kepada mahasiswanya dengan melalui dua kategori Kuliah Kerja, Kategori Unej Membangun Desa (UMD) dan kategori Reguler.

Yang menjadi beda antar UMD dan Reguler adalah program kerja dalam menindaklanjui rencana kegiatannya. UMD melanjutkan atau memulai pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan atau membangun website Desa dengan perencanaan sistem informasi Desa yang lebih tertib.

Sedangkan untuk Reguler adalah kategori Kuliah Kerja dengan mempertimbangkan 4 pilar; Ekonomi, Lingkungan Hidup, Kesehatan dan Pendidikan. Mahasiswa yang mendapat tanggungjawab di kategori Reguler mempunyai kewajiban untuk menggali dan melanjutkan potensi Desanya masing-masing melalui 4 pilar tersebut. Program Reguler mempunyai keunggulan daripada UMD, karena program reguler bisa juga untuk mengembangkan dan membangun Website Desa seperti halnya program UMD.

Sedangkan saya, mendapat tanggungjawab pada Program Reguler. Tentu hal ini adalah baik bagi saya. Bisa terjun langsung dilapangan dengan mengembangkan potensi Desa ditambah dengan membuat dan memberikan pelatihan kepada Perangkat Desa untuk mengelola Web.

Tips menjaga hubungan baik dengan teman, belajar mengelola hidup

Tips menjaga hubungan baik dengan teman, belajar mengelola hidup

Manusia yang sejatinya adalah makhluk sosial, selalu membutuhkan bantuan dimanapun ia berada. Tak memandang jarak, jauh atau dekat dengan wilayah perkotaan atau pedesaan, semuanya membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Seperti saya yang membutuhkan penjual makanan di lingkugan kampus, seperti pedagang ayam yang membutuhkan penjual pisau, dan lain-lain termasuk saya yang membutuhkan pembaca dari postingan ini.



Hal ini adalah sesuai dengan sifat manusia yang cenderung saling memengaruhi satu dengan lainnya. Membutuhkan kebermanfaatan dari apa yang ia butuhkan. Mempunyai sifat mutualisme, dengan memberikan segala kebuhuan mempertimbangkan manfaat. Jika sama-sama saling memberikan keberpihakan, siapa yang tidak senang kak? Oleh karena itu didalam penerapannya dibutuhkanlah trik dan cara khusus agar Anda tetap awet menjaga hubungan baik dengan teman. Mari kita lanjutkan kebawah...

Ingin kenal seseorang untuk pertama kali, jangan menunggu orang lain untuk mengenalkan dirinya.
Berbicara mengenai perkenalan, saya tidak bermaksud mmberikan tips agar Anda bisa berkenalan kepada siapa saja, apalagi kepada lawan jenis atau istri  orang lain. Penekanan saya pada teman yang sebidang dengan Anda, misal: teman kantor, teman menunggu di ponten bus, teman satu kursi di pesawat atau yang lain. Saya sendiri, lebih suka untuk mengajak orang lain berkenalan daipada oarng lain terlebih dulu yang mengajak berkenalan dengan saya. Maka, trik susksesnya adalah pandangan Anda harus tetap fresh kepada orang tersebut. Jangan tanamkan muka lucet kepada mereka, apalagi dengan melihatkan suasana raut wajah yang sedang ada masalah besar dalam hidup.

Jika sudah saling kenal dan menjadi teman, jangan tanya dulu menganai pengalaman hidupnya. Hal in menjadi penting untuk kita sadari. Banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh orang-orang termasuk saya. Bertanya mengana pengalam hidup dari teman kita, belum tentu mereka juga menanggapi dengan suasana senang.  Tak sedikit mereka yang diam saja atau mengalihkan ke lain pembahasan.  Saran saya, jika Anda tak dimintai untuk memberikan pendapat, jangan tanya telebih dulu. Bisa-bisa malah menyandang predikat sok tau dari teman Anda. Contoh kecilnya seperti ini: “Bagaimana, sudah berapa mantap kamu sob?”. Baiknya pertanyaan ini tidak keluar dan berucap ke teman Anda, karena hal ini juga akan mengakibatkan makna yang berbeda pula. Bagaimana jika teman Anda memang tidak pernah pacaran, atau bahkan tidak memutuskan untuk punya pacara? Bukankan hal ini akan membuat mereka sedikit atau banyak tersinggung dengan pertanyaan tersebut.

Berilah hadiah kepada teman Anda.
Hadiah yang saya maksud bukan berarti selalu dalam bentuk bingkisan barang atau kado. Namun lebih cenderung pada hal-hal yang bersifat konsumtif. Misal Anda punya camilan, maka berilah setengah bungkus untuk teman Anda. Saya yakin teman Anda akan memakannya walau sedikit. Tanpadisadari, hal ini sudah menumbuhkembangkan potensi perhatian Anda kepada orang lain tersebut. Demikian halnya dengan diri Anda, jika diberi sesuatu oleh orang lain, lebih banyak menerima untuk mewujudkan terimakasih kepadanya. Memberi hadiah juga jangan terlalu sering, setiap hari memberikan hadiah maka tidak akan menjadi spesial bagi orang lain. Mereka akan menganggap bahwa pemberian Anda adalah sudah biasa. Intinya, buatlah pemberian kepada orang lain dengan suasanya yang spesial untuk dirinya. Bahkan, jika Anda punya uang lebih, membelikan yang ia sukai boleh-boleh saja asal sama-sama senang.

Mempunyai panggilan unik untuk teman Anda.
Dengan mempunyai panggilan yang unik, Anda bisa memberikan spirit bagi mereka bahwa dengan nama panggilannya itu mereka lebih merasa diperhatikan. Misal nama panggilan yang biasa terdengar dilingkungan Jawa: Cak, Kang, Lek, Yu, dll... Ataupun dengan mengganti nama mereka ke nama panggilan yang ia suka. Misalkan Andi yang suka dengan koleksi mainan bus mini, maka ia dipanggil dengan sebutan telolet, teman-teman memanggilnya dengan sebutan tersebut dan Andi juga tidak keberatan. Dengan hal ini, pertemanan akan semakin hangat dan akrab. Asalkan tidak mengandung sara, baik untuk dilakukan. Jangan memanggil mereka dengan nama Bapak atau Ibunya. Memang meskipun mereka tak marah, namun yang punya nama saya yakin tidak akan menyukainya jika namanya dibawa-bawa.

Ingat selalu ulang tahunnya, hari-hari istimewa dirinya dan hal menarik yang ia pernah lakukan.
Sama halnya dengan konsep pemberian kado diatas.  Hal ini lebih cenderung pada minta untuk memperhatikan orang lain. Siapa yang tidak senang jika ada orang lain yang perhatian kepada diri Anda? Ingatlah selalu tangggal lahirnya, baiknya pun Anda mencatat di buku harian atau dinding kamar agar tanggal yang dimiliki teman Anda tersebut tidak terlewat. Bisa juga Anda mengingatkan mengenai tanggal pernikahannya, tanggal lolos ujian S1, sidang skripsi atau pengalaman yang dianggap menarik oleh teman Anda. Dengan demikian, mereka akan merasa diperhatikan oleh Anda. Mereka akan merasa masih ada orang lain yang membutuhkan dirinya, masih ada yang mampu untuk mengingat hal-hal yang istimewa tentang dirinya, ada hal yang menarik tentang dirinya dan lain sebagainya.

Semoga dengan membaca tulisan ini, saya dan Anda tetap bisa mempertahankan pertemanan sampai tua nanti. Karena hidup tidak sendiri, butuhkanlah orang lain maka orang lain akan membutuhkan Anda. Semoga bermanfaat.

Berbekal di Pramuka, semoga bisa mengembangkan potensi Desa

Berbekal di Pramuka, semoga bisa mengembangkan potensi Desa

Pramuka, bukan hanya menjadi minat saja, namun juga menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan bagi anggota muda terutama pada usia dibawah 25 tahun. Dengan pemahaman yang berjenjang, dimulai dari pemberian tepuk dan bernyanyi di tingkat siaga sampai pada tingkatan tertinggi di usia muda yaitu Pandega.

Tentunya bagi siapa saja pegiat Pramuka, ikut aktif dan berperan serta (terjun langsung) dimasyarakat adalah tanggungjawab yang harus dilakukan oleh setiap orang, baik dengan secara berkelompok maupun dengan tekad pribadi. Sehingga pengamalan dan kode etik berpramuka benar-benar dan akan menjadi penerapan yang relevan dengan kemampuan peserta didik.



Besok, terhitung mulai 11 Januari 2017 saya akan kursus Bahasa Madura di Bondowoso

Selama 45 hari kedepan, saya akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata di kampus Universitas Jember. Hal ini adalah kewajiban bagi siapapun yang menyandang predikat mahasiswa. Saya rasa, dikampus lain juga sama. Untuk menempuh jenjang akhir, harus melalui tahap Kuliah Kerja terlebih dulu.

Saya diterjunkan di Desa Kladi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso; bersama 5 orang mahasiswi dan 4 mahasiswa lainnya, genap 10 orang dalam satu kelompok. Di Cerme sendiri, sebanyak 15 Desa akan diterjunakan mahasiswa Unej, kecuali di Desa Solor dan Jirek yang saya dapat informasi dibatalkan karena medan dan jarak yang terlalu berat bagi mahasiswa.

Perangkat Desa Kladi memberikan pelayanan terbaik kepada kelompok KKN 23

Sebelum penerjunan dilakukan, segala aktiftas mahasiswa yang akan mendiami posko di masing-masing Desa sedang disibukkan dengan berbagai kegiatan, termasuk pada Kelompok saya KKN 23 UNEJ. Survei pra kegiatan sebanyak 2 kali. Pada kunjungan pertama, Pak Didik selaku Kepala Desa masih belum bisa ditemui, akhirnya kami memutuskan kembali lagi untuk kedua kalinya dan berhasil. Kami diperhatikan bagaikan tamu spesial. Kami mendapat tempat tinggal yang gratis (biaya hidup penumpang ikut naik) tanpa biaya sewa seperti di tempat kelompok sebelah. Sebuah rumah untuk mahasiswa putri dan sebuah ruangan yang cukup di Kantor Desa untuk lima orang mahasiswa putra. Dengan demikian, bekal yang saya dapatkan di Pramuka, saya yakin akan benar-benar bermanfaat untuk proses keberubahan Desa tersebut dengan sinergi dari sembilan mahasiswa lainnya dalam satu kelompok yang saya ikuti. Semoga... Doakan  dan Aamiinkan...




Tampilan Baru Alun-Alun Lumajang 2017, Simak Selengkapnya

Tampilan Baru Alun-Alun Lumajang 2017, Simak Selengkapnya

Dilahirkan di Lumajang, tentunya menjadi kebanggaan bagi saya pribadi. Kurang lebih 20 tahun saya hidup di Lumajang bagian barat, tepatnya 30 km dari Kota. Berbagai pengalaman dari suasana alun-alun Lumajang dari dulu sampai sekarang alhamdulillah saya pernah merasakan. Dulu, sebelum tinggal di Kloposawit, saya pernah tinggal di Jalan Suwandak Gang II, masih ke arah selatan jika Anda dari alun-alun.

Besar di Desa bukan menjadi penghambat untuk mengetahui up to date apapun yang ada di Kota, termasuk saya yang sampai saat ini meski tidak tinggal di Lumajang (karena masih kuliah di Jember). Tentu, hal ini menjadi perhatian bagi siapa saja, terutama masyarakat Lumajang. Kehadiran alun-alun Lumajang 2017 yang sudah direnovasi menjadi daya tarik bagi saya untuk mengunjungi.

Saya sengaja mengunjungi alun-alun tepat pada tanggal 1 Januari 2017, beberapa jam dari penyulutan kembang api disana. Terlihat masih banyak sampah bekas perayaan dini hari. Berangkat dari Jember dengan penuh harap, bahwasanya Lumajang akan menjadi kiblat kota ter-asri di Jawa Timur. Memang demikian, di renovasi sedemikian rupa dan menjadi luar biasa tampilan di tahun ini.
Lebih lengkap baiknya Anda melihat video dibawah ini: 


Terimakasih sedianya telah membaca dan berkunjung.