Monday, 26 September 2016

Sebesar Kemampuanmu, Sebesar itu pula keuntungan yang didapat.

Menjadi anggota Dewan Kerja di Kwartir Cabang, Daerah, bahkan Nasional tidak cukup hanya bermodalkan pengalaman di Gugusdepan dan kemampuan berbicara dimuka umum, bahwa asalkan anggota Dewan Kerja mampu memberikan pengaruh yang luar biasa kepada Penegak/Pandega didaerahnya dijamin akan berhasil.Statemen ini meski mengandung kebenaran, tetapi kandungan kesalahannya lebih dominan.

Dwi Agusatya Wicaksana - DKD Jawa Timur

Dengan hanya besikap nurut secara pasif dengan keadaan dan realita yang ada, mungkin Dewan Kerja mampu menempuh masa jabatannya secara penuh, namun dia tidak akan pernah menjadi siapa-siapa, tidak akan mampu mengukir prestasi gemilang dan tidak mempunyai kualifikasi sebagai pemimpin.

Sebesar kemampuanmu sebesar itu pula keuntungan yang didapat.Artinya, manfaat yang akan kita dapatkan dari pendidikan Pramuka sejak dulu, sangat berkaitan dengan kesadaran dan kesanggupan dalam dalam menyerap nilai-nilai pendidikan tersebut. Para pegiat Pramuka, utamanya saya khususnya pada Dewan Kerja meskipun mendapatkan kesempatan dan porsi pendidikan yang sama, yang didapatkan antara satu dengan lainnya berbeda-beda.

Sebagian hanya mampu melihat kulit luarnya saja, yang lain sedikit mampu menembus tataran sistem dan metodologi, sementara yang lain lagi mampu menyelami hingga dasar-dasar filosofi dan substansinya dari apa yang di ikuti. Tidak sedikit hanya mampu menggenggam abunya, meskipun banyak juga yang mampu menangkap apinya.

Seperti ilmu dan hikmah yang dibawa Nabi Muhammad SAW untuk diajarkan kepada umatnya, kemampuan mereka dalam menyerap dan mengembangkan berbeda-beda. Ketika hujan deras menyirami bumi, ada tanah yang berkualitas baik, subur, mampu menyerap air, menyimpan dan memancarkan mata air serta sungai-sungai, menumbuhkan kesuburan dan tanaman.Inilah jenis tanah yang bisa mengambil manfaat sekaligus memberi manfaat.

Sementara yang lain berupa batu-batu berlubang, yang mampu menyimpan air, untuk dimanfaatkan makhluk lain, tetapi dia tidak pernah berubah menjadi tanah subur.Memberi manfaat, tetapi tidak mampu mengambil manfaat bagi dirinya sendiri.Sementara ada pula yang berupa batu licin, yang setiap kali air hujan deras menyiram, hanya menambah tebalnya lumur-lumut yang licin.Tidak mengambil manfaat dan tidak pula memberikan manfaat.

Menjadi pegiat Pramuka utamanya Dewan Kerja harus dengan membuka jendela informasi berupa pendengaran dan penglihatan untuk menangkap fenomena-fenomena dalam sehari-hari, dapat mencerna dengan pikiran dan hati nurani. Bermodalkan kepercayaan, di ikuti dengan kesiapan dan keinginan untuk memahami, serta kesungguhan dalam menjalankan semua kegiatan, maka pemahaman akan datang dengan sendirinya. Bahwa keikhlasan, kesungguhan dan kerja keras serta disiplin adalah kunci keberhasilan dalam perjuangan hidup.
“Insya Allah.. Dengan kemampuan Tuhan yang luar biasa Agung, saya siap memperjuangkannya, bekal untuk tua nanti semuda dini. Dengan demikian, saya berharap tua nanti tidak terkejut memaknai kerasnya hidup didunia”.

Sunday, 18 September 2016

Mengejar harapan, menjadi manusia muda yang sesungguhnya.


Setiap manusia mempunyai hak kebebasan untuk memilih dengan segala cara yang dianggap baik. Terlebih saat kita membahas mengenai suatu hal yang masih ada dimasa depan, yaitu harapan. Hal ini ada karena ada cit-cita, barulah terbentuk harapan setelah seorang memiliki cita-cita dan biasanya cita-cita adalah angan-angan kita semenjak kecil jadi apa jika sudah dewasa kelak. Semua orang memiliki impian dan cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi harapan untuk sebagai pencapaian hidup dan berhasil.

Wednesday, 31 August 2016

Dalam memimpin organisasi & rumah tangga, menjadi pengemudi adalah hak setiap manusia.

Dalam memimpin organisasi dan rumah tangga, menjadi pengemudi adalah hak setiap manusia..
Sumber foto: lupa sumbernya di edit kembali oleh pemilik blog.
Menjadi Kepala Sekolah, juru masak, sopir, penceramah, atlet, dan masih banyak yang lainnya adalah pilihan bagi manusia serta hak yang harus dinikmati setiap orang. Sesuai dengan pasal 28 UUD 45', setiap orang mempunyai hak untuk hidup bersama dengan manusia lainnya (saya lupa kalimat tepatnya-bisa browsing dulu agar memudahkan). Selain itu, manusia juga membutuhkan manusia lainnya untuk melanjutkan dan menambah usianya. Dalam ilmu IPA, biasa disebut simbiosis mutualisme yaitu sama-sama saling menguntungkan.

Demikian pada tulisan ini, saya tertuju pada pembahasan mengenai "profesi" manusia. Menurut wikipedia yang saya akses bersamaan dengan menulis postingan ini, Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".

Sedikit menyinggung tulisan yang ada pada gambar diatas, sebenarnya Allah sudah merencanakan kehidupan hambanya jauh sebelum mereka lahir didunia ini. Banyak mungkin diantara kita yang masih berpendapat bahwa Rezeki, Ajal, serta jodoh telah ditetapkan oleh Allah semenjak kita masih di dalam kandungan. Pemikiran seperti ini mungkin telah mendarah daging di dalam diri kita. Apalagi kiranya sejak kecil mungkin orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat dimana tempat kita hidup pun kalimat ini sampai sekarang masih sangat familiar diulang-ulang.

Dalam konsep kehidupan, kita menggunakan ilmu tanaman. Siapa yang menabur benih, pastilah dia akan memanen. Sama halnya dengan manusia, siapapun yang dengan sungguh-sungguh menanam kebaikan, pasti akan dibalas dengan kebaikan pula, Allah sudah menjanjikan tentang hal itu. Kendatipun demikian, mulai dari rejeki, jodoh, kematian pun juga sudah ditentukan oleh Allah seperti yang sudah terbahas diparagraf atas.
Banyak orang menduga, merekalah yang mendatangkan rezeki mereka sendiri. Mereka menganggap kondisi-kondisi mereka meraih harta —barang atau jasa—sebagai sebab datangnya rezeki; meskipun mereka menyatakan, bahwa Allahlah Yang memberikan rezeki. Profesi atau usaha yang dicurahkan mereka anggap sebagai sebab datangnya rezeki.

Jadi, masih ragu untuk menjadi pemimpin? selagi baik, ya dilanjutkan, selagi belum siap terus berdoa dan usaha. Mari kita sama-sama mencoba.





Tuesday, 19 July 2016

Selamat Idul Fitri, kawanku!

Islam itu indah, mengajarkan untuk berbuat baik kesesama. Mengajarkan kita untuk bertoleransi dalam bidang muamalah.
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI"
Begitulah harus kita jawab "terimakasih ~ sama-sama" pada kawan kita yang beda agama, pada kawan kita yang berbeda keyakinan. Bukan menjadi masalah bagi saya. Selagi mereka masih baik, kita harus berupaya baik dan membalasnya dengan kebaikan juga.

Idul Fitri bersama Sahabat di Jember

Hari ini adalah penuh kebahagiaan bagi saya beserta keluarga, setelah sebulan lamanya menahan makan, minum dan segala nafsu yang membatalkan puasa ramadan. Pastinya, sebagai umat Islam siapa saja akan ada dan merasa lega bila mencapai di hari raya Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat Islam. Berbagai macam merek petasan dan kembang api sudah dinyalakan oleh anak-anak di sebelah rumah. Malam takbir telah berlalu, akan menjadi malam yang penuh kebahagiaan bagi mereka bisa merayakannya. Maklum, didesa saya kebiasaan menyalakan petasan adalah hal biasa. Jadi saya sudah pasti tak akan kaget jika menjumpai petasan dengan diameter batang pohon pepaya.

Selain membawa perasaaan senang, perasaan sedih juga harus saya akui. Ramadan telah berlalu, bagaimanapun juga umat Islam akan merindu kehadirannya. Momen yang langka setiap setahun sekali. Kebiasaan untuk buka bersama dengan Amir dan Orit di kos sudah berlalu. Menunggu antrian takjil di Masjid Al Baitul Amin alun-alun Jember sudah tidak ada lagi petugas yang membagikannya. Dan tentunya, saya akan merindukan suasana keramaian di sepanjang Jalan Kalimantan Jember yang selalu dipadati pengendara motor saat menjelang jam 16.30.
- - - - - - - - - - - - -
Saya sadar, masih banyak hal yang belum sepenuhnya terpenuhi dibulan ramadan. Ibadah sunnah yang masih jauh dari kata sempurna. Padahal, ibadah apapun dibulan ramadan, Allah akan mencatatnya sebagai amal yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Bisa saja kita melakukan sholat sunnah dihari biasa, tapi tidak dengan sholat tarawih, hanya untuk bulan ramadan. Siapa yang tidak merindukan jika demikian?

Oleh karena itu, momen Idul Fitri ini mari kita sempurnakan segala perbuatan kita. Mari kembali ke Fitrah yang sebenarnya sebagai manusia. Sebagai ajang berbenah dan bermuhasabah. Ajang untuk silaturrahim bersama keluarga, sanak saudara, tetangga dan siapa saja umat Islam dimuka bumi ini.

Saatnya untuk mengubah pola hidup yang lebih bermanfaat. Yang sebelumnya ibadah masih sering lalai, mari kita tingkatnya. Sebelumnya belum paham menjadi paham dan yang belum tahu menjadi tahu. Satu lagi, yang belum beristri, segera beristri. (!~bercanda boss). Pastinya, waktu yang tepat bagi kita umat Islam untuk berubah menjadi baik. Bismillah...

Monday, 27 June 2016

Pertama kali menjadi mahasiswa, apa saja yang harus dilakukan?

Tentunya sangat senang sekali, karena momen ini adalah masa tranformasi dari masa sekolah ke bangku perkuliahan. 

Apa saja yang harus dilakukan ketika sudah berubah status menjadi seorang mahasiswa? Bagaimana membuat waktu semakin lebih bermakna lebih dari saat dibangku sekolah? Tentunya saya tidak akan bisa menjawab jika tanpa pengalaman. Tapi pengalaman yang bagaimana? Tentunya yang bagi saya adalah mudah dikenang dan bermanfaat. Sehubungan saat ini saya adalah menyandang predikat sebagai mahasiswa di Kota Jember, anda juga bisa membaca terlebih dahulu bagaimana suasana di kota Jember. 
Berikut saya sajikan beberapa hal terkait judul dipostingan ini:


1. Niatkan hanya untuk belajar 
Yang namanya niat, harus datang dari hati dengan tulus dan benar-benar karena keinginian pribadi, bukan karena ikut-ikutan orang lain. Niatkan jika kuliah akan membuat anda semakin sukses. Dapat mengubah pola hidup yang biasa saja menjadi luar biasa. Jika kia niatkan cara belajar kita semata karena hanya untu Allah, mengharap Rihdo Sang Illahi Rabbi, Insya Allah kemudahan akan datang dengan sendirinya. Tetapi ada satu yang tak boleh lupa, Ridho Allah adalah berada di Ridho orang tua, mari kita perbaiki diri dan benahi agar niat untuk belajar menjadi asupan yang harus dipenuhi.


2. Dapatkan teman (saudara) sebanyak-banyaknya.
Mendapatkan teman baru bukanlah hal yang sulit bagi kita. Tentunya bagi kalangan muda. Mahasiswa sudah menjadi figur yang baik dikalangan mahasiswa. Bukan berarti predikat menjadi mahasiswa sudah tak penting lagi menyapa seseorang. Jika saat ini kita (saya pribadi) masih sering ragu-ragu dalam menyapa seseorang, adalah hal yang harus dibenahi dan segera Hilangkan. Karena akan berdampak pada diri sendiri nantinya. Mendapatkan teman dari berbagai daerah di Indonesia adalah menyenangkan, saya sendiri menyadari. Anggap "Nusantara" yang sebenarnya akan didapat saat kita menjadi mahasiswa dan mulai banyak mengenal teman seluuh nusantara.

3. Ikutlah Organisasi Kampus
Seperti yang saya tahu, setiap sekolah mempunyai organisasi baik intra maupun ekstr, demikian juga dengan dunia kampus. Di Universitas tempat saya belajar contohnya. Berbagai organisasi kemahasiswaan akan menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa baru. Bidang yang kita minati tidak akan hilang begitu saja, makanya ikut organisasi. Organisasi keagamaan, olahraga, karya tulis, kesenian dan lainnya kita bisa pilih sesuai minat dan bakat. Jika di SMA ikut Ekstra Musik, mengembangkan kelihain bermain drum adalah tepat jika di dunia kampus, semakin banyak teman dan semakin banyak kenalan yang juga sama halnya dengan minat kita. Lantas, apa pilihan saya pertama masuk di kampus. Pilihannya adalah ikut Organisasi Pramuka, lebih tepatnya Unit Kegiatan Mahasiswa.

4. Selalu berkabar kepada orang-orang terdekat.
Tepat sekali. Kalau Anda sudah lama merupakan adalah pelajar Kos, mungkin tidaklah kaget. Tapi bagi mahasiswa seperti saya, sejak TK sampai SMA hidup bersama keluarga dan pisah begitu saja selama hampir 17 tahun bersama mereka; tidak cukup tiga hari untuk menyesuaikannya. Bahkan dua semster berlalu saya masih belum mahir benar menyesuaikan hidup sendiri. Bukan manja lebih tepatnya, tapi kaget dan terkejut melihat kehidupan yang sesungguhnya. Betapa sulitnya hidup diluar orang tua ketika sudah terbiasa hidup bersama mereka. Alhamdulillah sampai saat ini saya menulis, sudah saya lalui selama 6 Semester dan juga masih hangat bayang-bayang hidup seatap dengan orang terdekat. Sekarang, orang terdekat adalah kamar sebelah. Tapi tidakkah semua teman bisa diajak curhat tentang kehidupan? Mungkin dari sekian ratus, hanya 2 atau 3 oang yang mampu memahami secara real.

5. Tunaikan kewajiban seperti biasanya, jangan menurun; bahkan harus lebih meningkat.
Sebagai umat Islam, Rukum Iman yang kedua harus terlaksana lima waktu setiap harinya. Bahkan saya rasa, bukan hanya umat Muslim saja, siapapun yang mempunyai Tuhan melaksanakan ibadah kepadaNya adalah kewajiban yang tiada tanding dari hal lain. Dimanapun bumi dipijak, langit harus tetap kita junjung; dan menjunjung langitlah yang tidak semua orang bisa, hanya memijak kaki saja mungkin sudah cukup. Maksud saya begini, dari kecil kita sudah diajarkan ibadah oleh orang tua, sampai pada titik akhir dan mereka harus berpisah dengan kita untuk menempuh ilmu (khususnya dikota lain). Dan ketika saatnya kita dilepas untuk belajar dikoa orang, pasti setiap orang tua berharap anaknya tetap melaksanakan kewajiban seperti halnya saat dirumah bersama mereka. Meski orang tua tak bisa mengontrol, mereka hanya satu kuncinya; adalah memberi kepercayaan kepada anak tercintanya.


Thursday, 23 June 2016

Selagi masih muda, meraih kesuksesan adalah menunda kenikmatan jangka pendek

Kunci menjadi orang sukses atau berhasil adalah mempunyai orientasi jangka panjang. 

Kenikmatan jangka pendek adalah santai, bermalas-malas, mengikuti kemaunan sendiri serta tidak disiplin. Disiplin membutuhkan penguasaan diri, pengendalian diri, tanggungjawab dan pengarahan diri. Perbedaan antara orang belum berhasil dan orang sukses adalah bahwa orang sukses adalah mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal orang yang gagal tidak suka melakukannya. Resiko terbesar bagi orang yang tidak disiplin adalah kesuksesan akan tertunda-tunda.

Gunung Lemongan Lumajang, Jawa Timur
"Tidak mudah menuju puncak, 
banyak halang rintang yang dihadapi. 
Salah satunya suasana malam yang gelap."
Padahal hal-hal tersebut juga tidak disukai oleh orang sukses, tetapi orang sukses tetap saja melakukannya karena mereka menyadari karena bahwa ini merupakan harga yang harus dibayarkan untuk mencapai puncak kesuksesan nanti. Orang berhasil memperhatikan hasil yang menyenangkan, orang berhasil lebih memperhatikan cara atau metode yang menyenangkan. 

Disiplin merupakan prasyarat bagi siapapun yang ingin merasakan keberhasilan. Dengan disiplin kita dapat setiap saat mengevaluasi dan mengontrol rencana yang telah kita programkan. Jangan sampai ketika kita tidak disipilin kita mengevaluasi program di tengah jalan karena kesimpulannya hanya satu program tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mulai hari ini mari kita rasakan, apakah benar dengan disiplin kita akan dibawa menuju kesuksesan? Hanya yang disiplin yang bisa merasakan.

Setiap orang adalah penting. Hindari sikap suka menganggap diri tidak penting. Ini adalah mental inferior atau rendah diri yang akan membuat matinya berbagai potensi kreatif yang ada di dalam diri kita. 

Sikap rendah diri, minder adalah produk ciptaan penjajah dahulu kala yang sampai saat ini masih membelenggu banyak orang disekitar kita. Orang yang menganggap dirinya tidak penting akan merasa enggan untuk melakukan sesuatu yang lebih, entah itu lebih baik atau lebih banyak. 

Orang itu juga selalu beranggapan sesuatu dari orang lain apalagi orang barat adalah yang paling benar sehingga kita terima begitu saja tanpa mau menelaah untuk adu pendapat. Namun sebaliknya jangan suka menganggap diri kita paling penting karena ini adalah mental para penjajah yang suka merampas hak-hak orang lain atau tidak merasa bersalah ketika tidak mengikuti aturan dan prosedur.

Orang lain dianggapnya akan selalu memaklumi bahwa setiap tindakannya adalah benar dan penting walaupun itu melanggar aturan atau salah prosedur. Penting atau tidak pentingnya diri kita itu jangan menurut kita sendiri, tetapi terserah penilaian orang lain, kita lakukan yang terbaik saja.

Terakhir kali, tidak ada cara untuk memulai yang lebih baik, kecuali anda segera mengakhirkan membaca postingan di blog ini dan segera bangkit. Lalu susunlah rencana dan tujuan karier. Saya berharap anda terbebas dari persoalan ekonomi di masa yang akan datang dan bisa mengisi kehidupan secara lebih baik dan lebih menyenangkan. Kesuksesan akan menjemput anda yang berjuang. Hilangkan rasa bimbang dan ragu, sebagaimana pepatah, “Musuh yang berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang ragu. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang tangguh”. Salam saya dari kawan muda, Kloposawit - Lumajang.

Wednesday, 22 June 2016

Kebosanan yang tak pernah berujung; cerita singkat tamu dan pak tua

“Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan”


Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua :"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

B29 Lumajang, Wisata Jawa Timur
"Para tamu dengan Pak Tua sedang mengabadikan momen
 di Puncak Pundak Lembu Lumajang, Jawa Timur" 

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua :"Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua :"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan
seterusnya." Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu :"Contohnya?"

Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.
Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.
___________________________________
*Dikutip dari berbagai sumber.
Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Terima kasih sudah meluangkan membaca. Ditulis kembali dalam suasana Ramadan, semoga nilai ibadah kita dapat bertambah dengan terus bermuhasabah kepada-Nya.